Terminator: Dark Fate Pengorbanan yang Menyelamatkan
MEDIUS • Film • Resensi
Terminator: Dark Fate Pengorbanan yang Menyelamatkan
Ius Artanto • Jumat, 01 November 2019 10:58 WIB
Film The Terminator pertama muncul pada 1984. Berlanjut sebagai sequel lewat judul Judgment Day (1991). Mengacu dari dua film ini, setidaknya telah mengukuhkan sutradara James Cameron (Aliens/1986, The Abbys/1990, Avatar/2009) sebagai ikon genre Sci-Fi plus action futuristik yang fenomenal. Dan, ucapan I’ll be Back yang pernah terkenal dalam film The Terminator dari Arnold Schwarzenegger digenapi melalui film Terminator: Dark Fate (TDF/2019).
 
Persis seperti di film awal, dalam TDF kehadiran cyborg (cybernetic organism) ke bumi bertujuan untuk membunuh seorang wanita calon ibu bernama Daniella, yang bakal melahirkan manusia masa depan yang super. Maka, untuk menggagalkan upaya pembunuhan tersebut diutuslah  manusia tangguh (Grace). Misi Grace (Mackenzie Davis) cukup jelas. Ia harus melindungi dan menyelamatkan Daniella (Natalia Reyes), meskipun ia harus berkorban dan kehilangan nyawa. Dan itu merupakan pengorbanan yang menyelamatkan.
 
Narasi mengenai berkorban nyawa demi keselamatan atau kebebasan manusia telah dikenal sejak 2000 tahun yang silam. Narasi ini pun menjadi langgeng dan ajeg sehingga menginpirasi sejumlah sineas untuk menggarap filmnya, yang bisa ditemukan dalam Brave Heart (1995), The Cronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe (2005), Gravity (2013), Avengers: Endgame (2019), Terminator: Dark Fate (2019), serta beberapa film lainnya.
 
Seolah menyambung kesuksesan pada dua film awal (The Terminator/1984 dan Judgment Day/1991), Linda Hamilton sebagai Sarah Connor dan Arnold Schwarzenegger  sebagai T-800 berseteru – setelah 20 tahun terlewati mereka kembali dan tentu mereka tak lagi muda -  dalam film Terminator: Dark Fate (TDF/2019). Namun, menariknya, dalam TDF, Sarah Connor dan T-800 justru bersekutu untuk melawan Terminator generasi baru; Rev-9 atau Gabriel (Gabriel Luna). Rev-9 sungguh tangguh. Wujudnya sulit dimusnahkan. Ketika tubuh Gabriel sudah hancur berkeping-keping akibat tembakan yang maha dahsyat, namun tak membutuhkan waktu lama, kepingan-kepingan tersebut menyatu kembali membentuk sosok tubuh yang utuh seperti semula.
 
Kedatangan Rev-9 ke bumi tidak lain dan bukan bertujuan memburu dan membunuh Daniella/Dani Ramos, seorang wanita calon ibu yang kelak akan melahirkan manusia unggul di masa depan. Namun, upaya pembunuhannya selalu digagalkan oleh Grace, prajurit wanita yang raganya telah dimuati logam berenergi listrik. Grace memang selalu siap melindungi dan rela berkorban demi Dani, agar bayi masa depan yang akan dikandung Dani tergenapi nubuatnya. Meski begitu, Grace tidak sendiri. Ia dibantu oleh Sarah Connor, T-800, dan Dani untuk menghadapi ketangguhan Rev-9.
 
Meski, pada film Judgment Day, Sarah Connor - hasil buah hatinya dengan Kyle Reese (Michael Biehn) - melahirkan bayi masa depan, yakni, John Connor (Edward Furlong), namun saat John Connor mulai beranjak remaja justru tewas dibunuh oleh T-800. Suatu kisah berulang dalam TDF.
 
Tak bisa dimungkiri, mencermati rangkain film Terminator terkadang menimbulkan kernyit di dahi, tatkala ada beberapa sequel film yang terlewati. Pasalnya, setelah The Terminator dan Judgment Day sukses di bioskop, membutuhkan waktu 12 tahun untuk diedarkan sequel berikutnya; Terminator 3: Rise of the Machines (2003), Terminator Salvation (2009), Terminator Genisys (2015). Selain itu, kisah dalam Terminator memiliki dimensi ruang dan waktu yang njelimet. Artinya, sulit untuk dipahami lantaran ada waktu yang maju dan waktu yang mundur. Sekadar catatan tambahan, kecuali Arnold Schwarzenegger, para pemeran John Connor, Kyle Reese, Sarah Connor, selalu berganti aktor dan aktrisnya. Khusus untuk film Terminator Salvation, Arnold tidak ikut terlibat. Namun, semua itu menjadi lebih jelas dalam Terminator: Dark Fate, yang menampilkan kembali Linda Hamilton dan Arnold Schwarzenegger. Apakah ada kemungkinan muncul sequel-nya lagi? Bisa jadi. Mengingat manusia masa depan yang bakal dikandung Dani belum muncul. Dan tentunya, manusia mesin jenis baru akan muncul dan siap membunuh bayi Dani. Entahlah.  
 
Film berdurasi 128 menit diproduseri James Cameron dan disutradarai Tim Miller ini, secara detailnya, ternyata nama-nama karakter yang ada dalam Terminator series, bukan sekadar nama tanpa makna. Misalnya, nama Sarah identik dengan istri Abraham, yang melahirkan Ishak yang kelak akan melahirkan bangsa-bangsa besar. Nama Daniella berarti Tuhan adalah Hakimku. Sedangkan Grace memiliki makna yang diberkati Tuhan. Inilah yang menjadi narasi besar dalam kisah film sejak 1984, yang terus bergulir mengisahkan generasi Terminator yang berasal dari dunia lain versus gen manusia bumi.


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK