Lenyapnya Arca Majapahit (Cerbung Chapter 2)
MISTERIUS • Cerita
Lenyapnya Arca Majapahit (Cerbung Chapter 2)
Popie S. Hanjani • Rabu, 23 Oktober 2019 20:05 WIB
Sebuah arca berasal dari abad ke-14 M zaman Kerajaan Majapahit, lenyap tanpa bekas pada suatu pameran benda-benda purbakala di Jakarta. Seorang reserse bernama Julang Meru - spesial penyelidikan dan penyidikan pencurian dan pembunuhan - mencoba mengungkap siapa dalang dari peristiwa yang menghebohkan tersebut. Dalam penyelidikkannya, ia dibantu oleh  Gagas Perkasa, jurnalis senior media on-line, yang biasa menulis artikel atau laporan tentang Sejarah dan Budaya. Di luar profesinya, Julang dan Gagas adalah praktisi ilmu bela diri  yang menguasai beragam aliran.
 
Tanpa diduga, arca tersebut ternyata menyimpan kode semiotik yang diselipkan di bagian bawah arca, yang menyimpan sejumlah kode rahasia. Pelacakkan terus dilakukan. Tapi hasilnya nihil. Arca tersebut tetap tidak berhasil ditemukan. Seorang Master gaek berilmu kung fu  tinggi yang  tinggal di suatu Padepokan di Lereng Gunung Lawu, memberi  identifikasi kepada Julang Meru dan Gagas Perkasa tentang ciri-ciri pelaku. Maka itu, keduanya mempelajari ilmu Toya Besi Pembunuh Naga, satu-satunya cara untuk menghadapi Si Dalang yang sangat menguasai ilmu Golok Berantai. Selain itu, ia pun  menguasai Tapak Maut Beracun. Jika keadaan memaksa, Julang dan Gagas, harus melakukan pertarungan tangan kosong dengan mengandalkan kung fu Wing Chun kombinasi Tendangan Angin Langkisau.
Berhasilkah Julang Meru dan Gagas Perkasa mengungkap tentang kasus lenyapnya arca tersebut? Lalu apakah keduanya harus bertarung mati-matian menghadapi Si Dalang yang ternyata juga memiliki ilmu bela diri kombinasi yang tinggi (Martial Arts Mix).  Apalagi kasus ini sangat terkait dengan sindikat internasional.
 
Dua
Hari ini, Julang Meru sedang tidak masuk kerja. Selama sebulan tampaknya ia cukup kelelahan, setelah mengungkap kasus pencurian disertai pembuhunan yang terjadi di Apartemen Regency Park, berlokasi di kawasan Sunter. Sesaat kemudian, hp-nya yang di-silent berkedip dan bergetar. Terlihat simbol gagang telpon mungil muncul di touch screen-nya, menunjukkan  adanya panggilan masuk.
                “Halo, ada apa, Gas?” tanya Julang Meru, terlihat di layar ponsel nama Gagas muncul.
                “Barusan Bos di kantor kontak gue. Ada pencurian arca  di Heritage Gallery,” tegas Gagas Perkasa, meyakinkan Julang.
                “Jam berapa kejadiannya?”
                “Jam dua dini hari, tadi.”
                “Hebat betul, pencurinya. Pasti sangat profesional. Padahal peralatan keamanan di sana super canggih. Sensor sinar lasernya berfungsi dengan akurat dan baik. Sulit untuk menembus ke tempat arca tersebut. Dan yang gua heran, kenapa masih bisa dicuri?” tanya Julang penasaran.
                “Apa itu perbuatan orang dalam?” tebak gagas.
                “Belum tentu,” sambung Julang. “Bisa jadi pencurinya sangat menguasai ilmu olah tubuh dan ringan tubuh yang tinggi,” tebak Julang.
                “Kenapa bisa ngira begitu?”
                “Karena tanpa kemampuan ilmu tersebut, pencurian itu mustahil. Lu ingetkan film Entrapment yang dibintangi Sean Connery sama Catherine Zeta-Jones?”
                “Iya, gue inget.”
                “Nah, ini ilmunya lebih tinggi dari yang di film itu.”
                “Ya, terus kita harus gimana?”
                “Ya, kita harus bisa menemukannya”
                “Apa segampang itu, Jur?” tanya Gagas yang biasa memanggil Julang Meru dengan Juru.
                “Ya kita harus berusaha semaksimalnya.  Oke kalo gitu, nanti kita ketemu di tempat biasa jam empat, sambil ngopi dan ngemil di cafe Tebet, yang dekat Pancoran.               
                “Siap. Dan  selebihnya nanti kita komunikasi di WA aja.”
                “Siap.”
 
Hp ditutup. Komunikasi putus. Julang tercenung mengurut-urut dahi. Siapa ya kira-kira gerangan pencuri arca? Apakah Si Pencuri menguasai ilmu Gin Kang? Sambil menjentikkan jempol dan jari tengahnya, Julang seolah berteriak eureka! persis Archimedes bersorak kegirangan kala menemukan rumus di bak mandi. Ia ambil laptop jadulnya berwarna kebiruan dan membukanya. Ia klik fire fox, masuk ke google mengetik kata Gin Kang. Muncul barisan artikel tentang Gin Kang. Ia klik satu artikel yang menarik  perhatiannya. Kemudian Ia lewati barisan kalimat yang tak penting. Ia terus scroll down. Lalu berhenti di bagian sub judul tertulis: Daftar Pendekar Pakar Ilmu Gin kang. Sebagian besar ia kenal nama-nama tersebut, saat ia belajar ilmu Gin Kang kepada Master Zhang  Tien Liang di Fhosan, Provinsi Guangdong, China. (bersambung)


(Popie S. Hanjani/IM)
MUSTPEAK