Escape Plan : The Extractors; Penyelamatan Untuk Putri Konglomerat
MEDIUS • Film • Resensi
Escape Plan : The Extractors; Penyelamatan Untuk Putri Konglomerat
Ius Artanto • Senin, 12 Agustus 2019 13:46 WIB
Tak disangkal. Film berkisah kehidupan di penjara atau genre prison action – drama -thriller selalu menarik digarap. Bahkan, ada beberapa filmnya  yang menjadi fenomenal pada zamanya. Baik yang diproduksi dari sinema Amerika, Hong Kong, maupun Korea. Meski ada pula, film genre ini cenderung sekadar mengulang suksesnya. Lantas, apakah Escape Plan: The Extractors (2019) termasuk kategori film mengulang sukses?
 
Usia yang kian bertambah, tentunya sejalan dengan  tubuh  yang mulai makin menua dan melemah. Itulah kodrat dan siklus hidup manusia yang tak bisa dihindari. Hal ini pun bisa terlihat dari wajah dan kondisi tubuh para bintang Hollywood, yang telah bergelut di genre action atau laga. Mereka adalah Clint Eastwood,  Horrison Ford, Chuck Norris, Sylvester Stallone, Arnold Schwarzenegger, Jean Claude Van Damme,  Bruce Willis, Steven Seagal, Dolph Lundgren, yang tentunya di kala usia masih terbilang muda mereka pernah berjaya pada dekade 1970-an hingga 1990-an.
 
Meski begitu, usah khawatir, industri film genre laga selalu memiliki regenerasinya; Tom Cruise, Keanu Reeves, Jason Statham, Vin Diesel, Mark Wahlberg, Denzel Washington, Daniel Craig, Dwayne Johnson, Chris Hemsworth, Ryan Reynolds, Jason Momoa, Chris Evans, Jeremy Renner, dan lain-lain.
 
Bagi sebagian artis film, menjadi tua bukanlah halangan. Setidaknya untuk mereka yang sejak awal sudah menggeluti genre drama atau komedi secara intens. Sebab, mereka tak akan dituntut untuk memiliki stamina sangat prima, tubuh gesit meliuk, berotot kawat bertulang besi, jago kelahi, atau mahir beraksi kebut-kebutan mobil dan motor dengan kecepatan tinggi. Walau, misalnya, itu bisa saja dilakukan oleh peran pengganti atau stuntman, sehingga si aktor dan aktris tetap terkesan hebat di mata penonton.
 
Namun, bagi aktor Sylvester Stallone, berangsur tua bukanlah kendala. Bahkan, Stallone yang kini  berusia 73 tahun, tetap produktif dan konsisten dengan genre action yang telah melambungkan namanya. Lalu agar tetap eksis sebagai bintang laga, Stallone punya cara dan kiat tersendiri, yakni, membuat atau terlibat dalm lanjutan untuk film-film genre action-nya yang telah sukses menjadi sequeal atau series; Rocky (1976 - 2006), Rambo/First Blood (1982 - 2019),  Creed (2015 – 2018), The Expendables (2010 – 2014), dan Escape Plan (2012 – 2019). Sekadar catatan tambahan, film Creed merupakan spin-off dari film Rocky Series.
 
Lalu, khusus  Escape Plan – film tentang kehidupan di penjara sebagai genre American Prison Action Thriller  - yang telah melahirkan tiga series-nya; Escape Plan (2012), Escape Plan 2: Hades (2018), Escape Plan: The Extractors (2019), sebetulnya film ini mencoba melanggengkan dan mengulang sukses saja. Bahkan, Stallone sebelumnya pernah terlibat dalam film mengenai kehidupan di penjara berjudul Lock Up (1989), yang juga dibintangi Donald Sutherland.
 
Pada dasarnya, Escape Plan, sungguh berbeda dengan beberapa film mengenai penjara – meski tanpa series atau sequel, kecuali film Prison on Fire (produksi Hong Kong) memiliki sequel (Prison on Fire II) – yang hingga kini masih fenomenal dan mencuatkan daya tarik, antara lain, Cool Hand Luke (Paul Newman/1967), Papillon (Steve McQueen/1973), Midnight Express (Brad Davis/1978), Escape from Alcatraz (Clint Eastwood/1979), Prison on Fire (Chow Yun Fat/1987), The Last Castle (Robert Redford/1991), The Shawsank Redemption (Tim Robbins/1994), The Green Mile (Tom Hanks/1999). The Count of Monte Cristo (Jim Caviezel/2002), dan Miracle in Cell No.7 (Ryu Seung Ryong/2013).
 
Kembali ke film Escape Plan: The Extractors. Dikisahkan, Daya Zhang (Melise) putri dari konglomerat Hong Kong, Wu Zhang (Russel Wong), tetiba diculik dan kemudian disekap di sebuah penjara kuno yang menyeramkan. Untuk itu, Ray Breslin (Sylvester Stallone), Trent DeRossa  (Dave Bautista), Shen (Max Zhang), dan Bao (Harry Shum Jr), melakukan misi penyelamatan ke penjara kuno yang dijaga sangat ketat.
 
Sementara bos penculik, Lester Clark Jr (Devon Sawa) – juga menaruh dendam terhadap Ray Breslin lantaran telah membunuh ayahnya - meminta uang tebusan kepada Wu Zhang, jika ingin putrinya selamat. Di sisi lain, akibat dendamnya kepada Ray,  Lester  menyandera Abigail Ross (Jaime King), rekan dalam satu tim kerja bersama Ray.  
 
Namun bagi Ray, misi penyelamatannya justru terfokus terhadap keselamatan nyawa Abigail, yang akhirnya justru dibunuh Lester. Sedangkan Shen, sejak awal secara khusus memang ingin menyelamatkan Daya Zhang sebagai kekasih hatinya. Lain dengan Bao, ia merasa paling bertanggung jawab atas penculikan Daya Zhang. Sebab, ia sebagai kepala keamanan dianggap tidak mampu menjaga keselamatan Daya Zhang. Walau pada kenyataanya, Bao sudah berusaha maksimal untuk melakukan perlawanan dengan kemampuan ilmu bela dirinya.
 
Dan waktu terus bergulir. Upaya penyelamatan terus dilakukan dengan cara menyusup ke lokasi penyekapan, yang telah diketahui keberadaannya. Adegan selanjutnya tentu gampang diduga. Baku tembak dan adu jotos pun terjadi, antara kelompok Ray Breslin melawan gang pimpinan Lester Clark Jr, yang justru akhirnya semakin terdesak karena adanya perlawanan dari Ray, Shen, dan Trent.
 
Film Escape Plan: The Extractors yang berdurasi 97 menit disutradarai John Herzfeld dan screenplay ditulis oleh Miles Chapman ini, termasuk film yang sangat gemar menyodorkan kekerasan dan kesadisan. Munculnya elemen balas dendam justru menjadi pemicu utama kekerasan dan kesadisannya. Sejumlah adegan saling bunuh juga diharapkan menjadi magnet kuat buat penonton.
 
Meski di poster film wajah Max Zhang sama sekali tidak nampak, namun jurus kung fu sarat keindahan yang diperagakan Max Zhang atau Zhang Jin, setidaknya meminimalkan unsur kekerasannya, dan malah ia menjadi sentral aksi laga lewat durasi yang cukup panjang. Betapa tidak. Tanpa bermaksud muluk, kehadiran Max Zhang justru menjadi penghias yang estetik di tengah adegan kelahi atau baku tembak ala Barat yang terkesan repetitif dan terlalu sadis dalam film ini.
 
Bagi yang pernah menonton aksi laga Max Zhang di film The Grandmaster (2013), Ip Man 3 (2015), dan Master Z: Ip Man Legacy (2018), tentu sudah mafhum dengan kemahirannya memamerkan kung fu Wing Chun. Selain itu, wajah Max Zhang bisa dikenali saat ia terlibat dalam film Pasific Rim: Uprising (2018).
 
Simpul kata, film Escape Plan: The Extractors menjadi sebuah film American Prison Action Thriller yang menyelipkan gaya Martial Arts Mandarin. Hanya dengan menggunakan sebuah payung, kepalan tinju, gaya salto, serta beberapa tendangan yang diperagakan Max Zhang, dipastikan penonton akan dibuat berdecak kagum. Dan itu mungkin saja.
 


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK