Anna: Sang Top Model Merangkap Agen Rahasia
MEDIUS • Film • Resensi
Anna: Sang Top Model Merangkap Agen Rahasia
Ius Artanto • Sabtu, 29 Juni 2019 11:47 WIB
Luc Besson (produser, sutradara, penulis naskah) kembali menyodorkan kisah unik dari sosok perempuan tegar dalam film Anna (2019). Sebelumnya, lewat La Famme Nikita (Anne Parillaud/1990), Point of No Return (remake La Famme Nikita/Bridget Fonda/1993, Leon: The Professional (Natalie Portman/1994), The Messenger: The Story of Joan of Arc (Milla Jovovch/1999), Angel–A (Rie Rasmussen/2005), Colombiana (Zoe Saldana/2011), ), Lucy (Scarlett Johansson/2014),  ia pun kerap mengusung sisi feminisme dalam karya layar lebarnya. Baik selaku produser, sutradara, maupun penulis naskah. Dan ini bisa jadi merupakan salah satu ciri khasnya. Seperti lazimnya film Besson, kerap menampilkan baku tembak, adu jotos, kebut-kebutan mobil atau motor, serta edting yang ketat plus plot dengan alur maju-mundur. Demikian pula Anna. Seru, tegang, dan ironis.
 
Menyimak alur cerita Anna memang harus ekstra cermat. Sepanjang film, banyak adegan yang dikemas dengan alur maju-mundur yang disisipkan beragam caption waktu kejadiannya (1985 - 1990). Ada yang mundur 5 tahun, mundur  3 bulan, serta maju 6 bulan, dan seterusnya. Mozaik adegan tak lagi runut dan kronologis, tapi saling memberi informasi tentang sosok Anna, yang berperan sebagai agen KGB, CIA, penjual boneka Matryoshka, ahli bela diri, jago tembak, pun menjadi top model super cantik memikat.
Untuk urusan casting, rupanya keputusan Besson sangat tepat untuk memilih Sasha Luss memerankan Anna yang multi karakter. Beragam karakter yang dibebankan kepada Sasha mampu “dihidupkan”. Anna yang tegar, kuat, sadis, penuh derita, gesit, sexy, cerdas, cermat, gemulai, dan sebagainya, telah mampu ditampilkan secara prima.
 
Film durasi 119 menit pada intinya berpusat pada perjalanan hidup Anna yang penuh warna. Sejak remaja Anna sudah menjadi gadis yang nakal dan berani. Suatu ketika, ia tertangkap melakukan tindak kriminal bersama teman lelakinya, dan dia harus memilih antara di penjara atau menerima tawaran menjadi agen rahasia sebagai syarat kebebasan dirinya.
 
Ia memilih menjadi agen rahasia KGB. Ia diutus untuk berbagai misi pembunuhan oleh salah satu petinggi KGB, Olga (Helen Mirren). Bahkan Anna harus menyusup menyamar menjadi model dan penjual Matryoshka. Selain itu, juga menjalin cinta terlarang dengan agen KGB Alex Tchenkov (Luke Evans) dan agen CIA Lenny Miller (Cillian Murphy).
 
Semua misi yang dijalani selalu sukses. Namun, kebebasan yang dijanjikan tak kunjung dikabulkan, sehingga membuat Anna mencari solusi menjadi agen ganda. Meski begitu, rencananya tak semulus yang dibayangkan. Penyamarannya terkuak. Untuk itu ia harus memilih mengenai jaminan kebebasan dirinya dengan cermat dan cerdas.
 
Film yang naskahnya juga ditulis Besson, terasa pula suasana dan nuansa pada masa akhir 1980-an, tatkala lagu Pump Up the Jam (album Pump Up the Jam/1989) dari Technotronix dan Need You Tonight (album Kick/1987) yang dilantunkan INXS (baca: ineksis) - sempat berada di posisi ke-1 di tangga lagu Amerika versi majalah Billboard Hot 100 Singles pada 1988 – menyuara penuh hentakkan.   


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK