Master Z : The Ip Man Legacy, Ketangguhan Kung Fu Wing Chun
MEDIUS • Film • Review
Master Z : The Ip Man Legacy, Ketangguhan Kung Fu Wing Chun
Ius Artanto • Minggu, 27 Januari 2019 20:40 WIB
Film yang telah dinominasikan  di ajang Golden Horse Film Festival (2018) dalam kategori Best Action Choreography ini, merupakan  film Mandarin bergenre kung fu/martial arts yang siap edar pada awal Januari 20019. Tentunya, buat para penggemar laga Mandarin – seperti halnya sejumlah tokoh legendaris  dari dunia kung fu; Fang Shi Yu (Fu Sheng/Meng Fei/Jet Li), Hung Shi Kwan (Chen Kuan Tai), Wong Fei Hung (Kwan Tak-hing/Jet LI/Vincent Zhao), Ng Mui (Cheng Pei Pei), Yim Wing Chun (Michelle Yeoh), Huo Yuanjia (Jet Li), Yang Lu Chan (Jayden Yuan Xiao Chao), Zhang Sang-feng (Jet Li), yang juga pernah difilmkan  -   tak asing dengan sosok Ip Man yang diperankan Donnie Yen.  Meski berjudul  Master Z: The Ip Man Legacy (Ye Wen hui chuan: Zhang Tianzhi) tak akan ditemukan sosok Ip Man di dalamnya.  Lalu siapa yang bakal tampil sebagai master Wing Chun? Dia adalah Cheung Tin Chi (Max Zhang), yang dahulu pernah tampil di Ip Man 3.   
 
Detailnya, Ip Man atau Yip Man merupakan grandmaster aliran Wing Chun sekaligus sebagai guru kung fu dari  Bruce Lee. Terlebih lagi, melalui aktor Donnie Yen lewat tiga serial filmnya berjudul Ip Man, (2008, 2010, 2015)  sosok Ip Man semakin dikenal luas. Apalagi  beberapa  film sejenisnya pun  bermunculan, antara lain, Legend is Born Ip Man (Dennis Tong/2010), The Grandmaster (Tony Leung Chui Wai/2013)r, Ip Man: The Final Fight (Anthony Wong/2013), yang tak bisa ditepis telah memperkuat sosok Ip Man pada era milenial ini.
 
Mengacu dari sosok Ip Man yang telah melegenda versi Donnie Yen, maka film berjudul Master Z: The Ip Man Legacy pun digarap lewat arahan sutradara dan penata laga Yuen Woo-Ping. Berdasar catatan filmografi Mandarin, bisa jadi, film Master Z: The Ip Man Legacy merupakan film spin-off pertama dan masih satu-satunya dari sinema Mandarin.  Artinya, merujuk dari film Ip Man 3, penonton akan menjumpai seorang jago kung fu aliran Wing Chun bernama  Cheung Tin Chi yang diperankan Max Zhang – namanya dalam film IP Man 3 tertulis Jin Zhang – yang berprofesi sebagai penarik beca dan petarung bayaran. Nah, dalam film Master Z: The Ip Man Legacy, kisah tersentral pada Cheung Tin Chi (Max Zhang). Sekadar catatan, dalam konteks ini, tak perlu heran, jika para aktor kung fu kerap mengubah namanya. Itu sesuatu yang lazim, seperti yang juga dilakukan Bruce Lee (Lee Jun Fan), Jackie Chan (Chen Lung), Jet Li (Li Lian Jie), Sammo Hung (Hung Ching Pao), dan lain-lain.
 
Namun, dalam Master Z: The Ip Man  Legacy, Cheung Tin Chi tidak lagi sebagai penarik becak dan petarung bayaran, melainkan membuka usaha toko kelontong dan hidup bersama putra tunggalnya.. Rupanya, saat ini,  Cheung Tin Chi ingin hidup tenang dan berusaha menghindar dari dunia adu jotos.
 
Mencoba kilas balik sejenak. Dalam Ip Man 3, dikisahkan Cheung Tin Chi memilih mengundurkan diri dari dunia persilatan dan menutup perguruan kung fu Wing Chun-nya, setelah ia dapat dikalahkan oleh Ip Man (Donnie Yen) - hanya dengan satu jurus - dalam pertarungan tertutup. Meski ilmu Wing Chun-nya berasal dari satu guru (Chen Hua Shun) dengan IP Man, namun kekalahannya itu membuat hatinya sangat terpukul, sehingga   wooden dummy yang berada di kamarnya hanya difungsikan sebagai cantelan baju dan celananya. Ini menunjukkan bahwa, Tin Chi tak ingin lagi menggunakan kung fu Wing Chun. Ia sudah tidak berambisi lagi menjadi praktisi kung fu. Ia ingin menjadi orang biasa saja.
 
Namun, tekad itu hanya sementara. Sebab,  dalam suatu peristiwa, Tin Chi tak bisa menghindar atau tinggal diam menyaksikkan seorang wanita bernama Nana (Chrissie Chau) yang terancam jiwanya . Ia harus turun tangan untuk mencegah kejahatan. Tin Chi harus segera menolong wanita itu, dan juga temannya, Yulia (Liu Yan), setelah mendapat tindak kekerasan dari  pimpinan geng bernama Tso Sai Kit (Kevin Cheng), yang juga menjadi bandar narkoba. Geng pimpinan Kit di bawah organisasi kriminal, Cheung Lok.
 
Perseteruan antara Tin Chi dengan Kit berbuntut panjang.  Rumah dan toko kelontong Tan Chi dibakar.  Dalam insiden itu, Tin Chi dan anaknya nyaris terbunuh.  Semua kesewenangan itu, tak bisa dibiarkan. Tin Chi harus melawan, meski seorang diri.
 
Kegeraman Tin Chi terhadap Kit semakin memuncak, tatkala dirinya kerap mendapati sejumah anak muda yang terjerumus narkoba. Usut punya usut biang keladinya adalah Kit, yang selalu memasok dan menaruh barang-barang haram itu di pemukiman penduduk.  Padahal, organisasi kriminal (Cheung Lok) yang dipimpin sang kakak, Tso Ngan Kwan (Michelle Yeoh) akan segera melakukan perubahan atas usaha bisnisnya ke arah yang lebih positif. Kwan ingin bisnis Cheung Lok menjadi organisasi yang terlibat dalam kegiatan sosial atau charity.
 
Sementara Kit ingin Cheung Lok menjadi pemasok bisnis narkoba yang berafiliasi dengan Owen Davidson (Dave Bautista). Owen adalah seorang yang penuh topeng. Ia menutupi bisnis narkobanya dengan usaha restorannya. Ini yang mengakibatkan Fu (Xing Yu), saudara Yulia,  harus berhadapan dan bertarung dengan Owen, lantaran Fu telah mengusik bisnis haramnya. Fu tewas di tangan Owen.
 
Atas kematian Fu, Tin Chi siap melakukan perlawanan dengan jurus Wing Chun-nya, yang sudah lama tak digunakan. Pertarungan antara Tin Chi (bertubuh kecil) dengan Owen (bertubuh tinggi besar),  bukanlah hal baru dalam sinema Mandarin. Racikan ini pernah dilakukan sebelumnya.  Bisa simak film Game of Death (Bruce Lee/1978), The Battle Creek Brawl (Jackie Chan/1980), Ip Man 3 (Donnie Yen/2015), dan lain-lain.  
 
Lebih jauhnya, bagi yang mencermati sejumlah film kung fu Mandarin, tak akan terkejut dengan adegan perkelahian yang memukau dalam film Master Z: The Ip Man Legacy. Nama Yuen Woo-Ping  selain sebagai sutradara jempolan dalam urusan laga, ia pun sudah sangat lekat perannya sebagai Action Director (penata laga). Di filmografinya tercatat;  Drunken Master (1978), Once Upon a Time in China (1991), Iron Monkey (1993), Fist of Legend (1994), Lethal Weapon 4 (1998), The Matrix (1999), Croaching Tiger Hidden Dragon (2000),  Kung Fu Hustle (2004), Kill Bill I & II (2003/2004), Fearless (2006), The Grandmaster (2013), dan Ip Man 3.
 
Jika jeli menyimak, film Master Z: The Ip Man Legacy merupakan reuni dari para aktris dan aktornya yang memiliki mata rantai saling terkait. Mulai dari Michelle Yeoh. Aktris yang sempat membintangi salah satu serial James Bond (Tomorrow Never Dies/1997) versi Pierce Brosnan dan Croaching Tiger Hidden Dragon, pun pernah pula memerankan Yim Wing Chun dalam Wing Chun (1994) yang disutradarai Yuen Woo-Ping. Yim Wing Chun merupakan seorang wanita yang menciptakan jurus-jurus Wing Chun berkat ajaran seorang bikuni bernama Ng Mui yang dahulu diperankan Cheng Pei Pei. Simpul kata, tak heran, jika kung fu Wing Chun yang diciptakan oleh seorang wanita memiliki gerakan yang bertumpu pada tangan dengan gerakan pendek-pendek dan tendangan yang rendah. Meski begitu, Wing Chun dianggap sebagai aliran kung fu yang ampuh dan tangguh.
 
Lantas, kehadiran Xing Yu yang sebelumnya pernah tampil dalam film Ip Man (2008) dan Kung Fu Hustle (2004), yang tentunya terkait dengan Donnie Yen dan Yuen Woo-Ping. Xing Yu bukan sekadar aktor. Tapi lebih dari itu. Ia juga praktisi kung fu jebolan biara Shaolin. Maka, tak perlu berdecak kagum, saat ia memamerkan kehebatan kung funya dalam film Mater Z.: The Ip Man Legacy.
 
Singkat kata, Master Z: The Ip Man Legacy merupakan film yang menarik plus menghibur. Meski tanpa Donnie Yen – dalam film ini Donnie sebagai produser -  kung fu Wing Chun yang ditampilkan Max Zhang sangat representatif.  Pasalnya, Max Zhang selain dikenal sebagai actor, ia juga praktisi Wu Shu. Inilah kekhasan yang dimiliki Yuen Woo-Ping.  Sejak awal berkiprah di dunia film sejak decade 1970-an, ia selalu menghadirkan aktor yang mampu menguasai ilmu bela diri yang sesungguhnya. Maka tak heran, jika adegan pertarungan dalam sejumlah filmnya terlihat wajar dan natural, serta memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK
Rabu, 09 Oktober 2019 20:52 WIB
MISTERIUS • Cerita
Popie S. Hanjani
Rabu, 02 Oktober 2019 18:28 WIB
MEDIUS • Film • Resensi
Ius Artanto
Selasa, 17 September 2019 17:26 WIB
MEDIUS • Film • Resensi
Ius Artanto