Konser Karunia Semesta 30 Tahun KLa Project : KLa Project dan Konsernya
MELODIUS • The Hits Maker
Konser Karunia Semesta 30 Tahun KLa Project : KLa Project dan Konsernya
Ius Artanto • Jumat, 07 Desember 2018 20:15 WIB
Sejak awal, konser Karunia Semesta dimaksudkan sebagai bentuk syukur KLa Project atas pencapaiannya selama 30 tahun. Seperti diungkap Katon per telpon kepada indomedius, “Karunia Semesta merupakan wujud syukur kami atas  pencapaian selama 30 tahun berkarir di musik. Kita merasa ini sebuah karunia, mengingat selama memulai karir kita di musik tidak pernah terlalu merencanakan segalanya dengan matang dan ngoyo. Semuanya mengalir  apa adanya. Dan akhirnya kita berkesimpulan, semua ini karena karunia semesta. Semestalah yang sering menginprasi kami sehingga kami bisa berkarya. Dan itu suatu karunia bagi Kla.”
 
Jika jeli menyimak, KLa Projet melalui konser tunggalnya selalu memiliki tema dan konsep. Diawali  pada 1992 lewat konser Ungu, KLakustik (1996), 4 Musim (2000), Five Senses (2006), dan KLa Returns (2009).  Sedangkan untuk konser HUT KLa Project ke-25 tahun, mereka memberi tema konsernya dengan judul KLa Project 25 Years: The Glamours Electronic Journey  (2013) yang dikemas dalam konsep grand akustik di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Sedangkan pada HUT ke-26 tahun (2014), KLa Project hanya mengundang rekan terdekat  dan tampil secara akustik dibilangan Kebayoran Baru, yang disiarkan melalui televisi. Selebihnya setelah itu, KLa Project hanya tampil di konser biasa bersama musisi dan grup band lainnya.
 
Namun, ketika band yang memulai debutnya dengan single Tentang Kita ini telah menginjak usianya  ke-30 tahun, maka KLa Project, KLa Management, dan KLa Corp perlu kembali menyiapkan konsernya dengan perencanaan yang matang. Meski diakui Katon, perencanaan dalam persiapan konser ke-30 tahun, tidak dihadapi dengan beban yang terlalu memberatkan. Semua dijalaninya dengan alamiah dan penuh tanggung jawab saja. “Sebab, saya, Lilo, Adi menyadari sepenuhnya harus saling berbagi tugas. Untuk urusan vokal dan atribut lainnya itu saya. Lilo bertanggungjawab soal panggung, media, dan lighting. Sedang Adi diberi tugas untuk urusan aransemen dan komposisi. Nah, dari pembagian tugas tersebut, tentu buat kita menjadi sesuatu yang ringan  dan tanpa beban. Sebab, KLa Management pun ikut membantu kelancaran konser.“
 
Meski begitu, konser Karunia Semesta yang digelar, boleh dibilang hasilnya sangat sukses. Bukan saja dari aspek kuantitas penonton, pun kemasan acaranya yang variatif dan inspiratif. Ambil contoh. Hadirnya nuansa etnik melalui instrumen tiup saluang asal Minangkabau sebagai pengantar lagu Saujana (Sintesa/1999), bukanlah suara tempelan belaka. Tapi menjadi esensi dari struktur musiknya. “Kla menampilkan musik etnik dalam konser Karunia Semesta bukan berarti musik etnik menjadi suatu hiasan atau tempelan. Tapi menjadi musik yang utama. Artinya, pentatonisnya menjadi dominan atas diatonisnya, tanpa juga harus menghilangkan identitas musik Kla,” jelas Katon merinci kepada indomedius.
 
Foto oleh: Fitria Agustin/KLa Management
 
Lihat juga:


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK