Widows : Pergulatan Hidup Para Janda
MEDIUS • Film • Resensi
Widows : Pergulatan Hidup Para Janda
Ius Artanto • Kamis, 29 November 2018 21:52 WIB
Dunia Widows adalah dunia yang hitam-putih. Setidaknya, begitulah yang dialami tiga janda – Veronica Rawlings (Viola Davis), Alice (Elizabeth Debicki), dan Linda (Michelle Rodriguez) - tatkala suami mereka tewas mengenaskan akibat merampok sejumlah uang. Sejak kejadian tersebut, kemelut hidup terus melingkupi mereka.
 
Awalnya Veronica tak menduga, jika suaminya, Harry Rawlings (Liam Neeson), seorang perampok. Bukan itu saja. Pasca peristiwa perampokan, Veronica didatangi Jamal Manning (Bryan Tyree Henry), politkus yang melakukan ajang kontestasi di pemilihan umum dewan kota South Side, Chicago.
 
Dalam pertemuan tersebut, Jamal mengatakan kepada Veronica, bahwa, Harry bersama rekannya Florek (Jon Bernthal) dan Carlos (Manuel Garcia-Rulfo) telah mencuri uangnya senilai 2 juta dolar AS. Jamal menuntut Veronica agar mengembalikan uangnya dalam waktu dua bulan.
 
Selama rentang waktu tersebut, tentunya Veronica harus mencari cara agar terhindar dari ancaman yang mengerikan dari jamal. Berbekal buku harian milik Harry, akhirnya ia mulai memahami situasinya, dan kemudian menyusun suatu rencna dengan melibatkan Alice, Linda, dan  Belle (Cynthia Erivo) untuk merampok uang. Tujuannya sekadar untuk mengembalikan uang Jamal yang dicuri suami mereka.
 
Film yang didasarkan serial televisi Widows (1983) ini, memang sejak awal telah menyodorkan metafora kehidupan yang dialami Veronica, Alice, dan Linda, yaitu,  kehidupan yang hitam-putih; ada kebaikan dan keburukan.
 
Dari titik ini, sutradara Steve McQueen – mencoba menampilkan puzzle kehidupan para janda tersebut dalam kemelut yang berkelindan secara hitam-putih. Betapa tidak. Veronica yang berkulit hitam bersuamikan Harry yang berkulit putih. Bukan hanya itu. Anjing berbulu putih milik Veronica, justru menjadi mahkluk paling setia menemani sang majikan dalam mengisi hari-hari yang sangat melelahkan.
 
Tanpa maksud mengada-ada, hitam-putih yang menghias layar dalam kisah Widows bukan berarti simbol-simbol tanpa makna. Kontradiksi hitam-putih terus digulirkan, ketika Alice – janda cantik asal Polandia yang berkulit putih – terlibat konflik dengan Veronica. Pun praktik cara yang licik dan kotor yang dilakukan para politikus juga kaum agama.
 
Selain sisi kehidupan para janda yang dosoroti dalam Widows, pun skenario yang ditulis Gillian Flynn dan Steve McQueen menampilkan sosok Jack Mulligan (Collin Farrell), politikus sekaligus rival Jamal dalam pemilu yang memiliki visi dan misi politik dinasti yang kotradiktif. Maka dari itu, Jack kerap berkonflik dengan ayahnya, Tom (Robert Duvall).
 
Film berdurasi 129 menit ini, meski memiliki alur yang maju-mundur, toh pada akhirnya penonton dapat mengurai segala konflik dan masalah yang dihadapi para tokohnya. Dan seperti biasa, apa yang ditabur itulah yang akan dituai.


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK