Bad Times at the El Royale: Kejujuran Dari Para Pendosa
MEDIUS • Film • Resensi
Bad Times at the El Royale: Kejujuran Dari Para Pendosa
Ius Artanto • Sabtu, 20 Oktober 2018 10:11 WIB
Seorang lelaki terbunuh di dalam kamar hotelnya. Lalu 10 tahun kemudian, tanpa direncanakan, muncul 7 orang asing mendatangi hotel tersebut. Mereka tidak saling kenal. Dan masing-masing dari mereka memiliki tujuan dan kepentingannya sendiri. Namun, tanpa bisa diduga, akhirnya satu per satu mati terbunuh. Sementara lagu Can’t Take My Eyes Off You (Frankie Valli), Unchained Melody (Cynthia Erivo)), dan Hush (Deep Purple) melatari segala misteri  pembunuhannya. Suatu kisah yang tak lazim, tapi mampu menjadi magnet…
 
Seorang lelaki dengan langkah tergopoh memasuki sebuah kamar di hotel El Royale. Ia berusaha menyembunyikan uang hasil rampokkannya di bawah lantai kamar. Usai menyimpan uangnya, tetiba ia mati tertembak oleh seorang temannya. Dan 10 tahun kemudian, temannya, Daniel Flynn (Jeff Bridges) – seorang pastor gadungan dan perampok – datang ke hotel tersebut untuk mencari  uangnya yang disembunyikan. Namun ternyata uang yang dicari tak ditemukan di dalam kamarnya. Ia menduga salah kamar. Seharusnya ia memesan kamar di sebelahnya, yang dihuni seorang penyanyi bersuara emas bernama Darlanee Sweet (Cynthia Erivo). Maka itu, untuk mendapatkan uangnya, Flynn berusaha berlaku baik dan sopan terhadap Darleen agar ia memperoleh uangnya.
 
Sementara, seorang detektif bernama Laramie Seymor Sullivan (John Hamm) yang sejak awal sudah curiga dengan suasana hotelnya telah mendapati beberapa kejanggalannya. Berkat dorongan rasa penasarannya, ia terus menyelidiki dan akhirnya menemukan sejumlah alat penyadap yang terpasang di dalam kamarnya, termasuk cermin-cermin yang tembus pandang dari luar kamar sehingga si tamu tak pernah menyadari jika dirinya bisa diintip oleh petugas hotel. Dari penyelidikannya, akhirnya detektif itu dapat mengungkapkan segala motif dari setiap tamu hotel yang menginap. Namun, sebelum penyelidikannya berhasil, ia justru tewas terbunuh oleh seorang wanita cantik yang sedang menyandra seorang gadis bernama Rosie. Dari titik inilah, pembunuhan demi pembunuhan terjadi.
 
Tanpa perlu memberi caption mengenai tahun kejadiannya, nampaknya filmn ini cukup memberi info melalui penampilan Presiden Nixon di layar televisi, mobil yang dikendarai, serta lagu-lagu yang terdengar sepanjang film, serta wardrobe yang dikenakannya.
 
Film dengan latar jelang akhir 1960-an yang disutradarai dan skenario ditulis oleh Drew Goddard ini, bukanlah kisah yang menyodorkan drama tiga babak pada lazimnya. Ada sejumlah sequence yang per bagiannya dilabeli caption - yang akhirnya membentuk sebuah puzzle - sehingga penonton seolah sedang membaca buku yang terdiri dari beberapa bab dalam format film. Hal ini juga mengingatkan akan sejumlah gaya film ala Robert Rodriguez dan Quentin Tarantino.
 
Menyimak detail para aktor dan aktrisnya dalam perannya, sejumlah tokoh dalam Bad Times at  the El Royale ini memiliki karakter uniknya masing-masing. Dari tokoh bernama Daniel Flynn (Jeff Bridges) si pastor gadungan dan perampok, Darleen Sweet (Cynthia Erivo) sang biduan bersuara merdu, Laramie Seymor Sullivan (John Hamm) detektif yang gegabah, Emily Summerspring (Dakota Johnson) sang kakak yang protektif terhadap adiknya, Miles Miller (Lewis Pullman) lelaki yang dirundung beban masalah, Billy Lee (Chris Hemsworth) pemimpin sekte yang kharismatik, Rose Summerspring Cailee Spaeny) gadis puber yang agresif, telah mencuatkan keragaman karakter dan konflik yang menyimpan misterinya masing-masing.
 
Meski setting hanya di sekitar hotel, film berdurasi 140 menit ini cukup mampu menahan penonton untuk tetap berada di kursinya.  Gaya plot dengan alur maju-mundur menjadikan film bergulir memicu rasa penasaran. Apalagi lagu-lagu apik yang menghias sepanjang film sangat berpotensi sebagai magnet tontonan, macam lagu 26 Miles (The Four Peps), Hes’s Rebel (Alana Da Fonseca, Can’t Take My Eyes Off You (Frankie Valli), The Letter (The Box Tops), Twelve Thirty (The Mamas & The Papas, dan Baby I Love You (Tommy Roe), dan Hush (Deep Purple).


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK