Status update : Kehebohan Aplikasi Ajaib
MEDIUS • Film • Resensi
Status update : Kehebohan Aplikasi Ajaib
Ius Artanto • Sabtu, 12 Mei 2018 01:52 WIB
Siapapun boleh dan sah saja, ketika  harus  mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Begitu pun Kylie Moore - murid baru yang kerap di-bully  di sekolahnya  – menginginkan kehidupannya berubah  menjadi lebih baik dan hebat. B erkat  aplikasi ajaib di ponselnya, secara otomatis nasib hidup Kylie pun berubah drastis. Ia tetiba menjadi murid yang berprestasi dan terkenal.  Disukai para wanita dan memiliki banyak teman. Lantas, bahagiakah Kylie dengan segala kehebatan dan kesohorannya itu? 

Film berdurasi 92 menit yang dikemas dalam format komedi, fantasi,  dan roman remaja ini, berkisah tentang kehidupan anak SMA lengkap dengan segala problem klasiknya. Artinya, film ini menyoroti berbagai fenomena lazimnya kehidupan di masa SMA. Ada murid berprestasi dan tampan dengan pacarnya yang cantik,  anak baru yang kerap di-bully di sekolahnya,  siswa yang selalu dikucilkan dan sering menjadi bulan-bulanan, serta gadis cantik yang kaya raya versus gadis sahaja  berbakat yang juga jadi rebutan para pria.

Kisah bermula, ketika Kyle Moore (Ross Lynch) harus pindah dari Huntington, California, menuju Connecticut, akibat ibunya berpisah dengan ayahnya. Dari kejadian tersebut, ia harus ikut ibunya. Kylie bersekolah di Hayden High School sebagai murid baru. Ia berusaha untuk adaptatif di lingkungan sekolah barunya.

Namun, suatu waktu, ketua tim hoki Derek Lowe (Gregg Sulkin) membuat gegara kepada Kylie dengan merusak ponselnya hingga hancur berkeping. Ia lalu pergi ke toko selular untuk memperbaiki ponselnya yang rusak. Tapi si pemilik toko justru menawarkan ponsel baru lengkap dengan aplikasi ajaibnya berbasis media sosial. 

Aplikasil itu bernama YOUniverse yang mampu mewujudkan keinginan apapun dengan mengetiknya kemudian meng-update statusnya. Lalu secarara otomatis keinginan itu akan terhubung dengan semesta yang dipercaya siap membantu, serta yang setiap saat dapat mengubah kehidupannya. 
Maka, demi mendapatkan gadis idaman, Kylie menuliskan keinginannya agar bisa mendekati Dani (Olivia Holt), gadis yang mahir mencipta lagu dan menyanyi. Pun berkat aplikasi ajaibnya itu, Kylie akhirnya mampu bernyanyi dengan  bagus layaknya vokalis rock, dan juga mahir bermain hoki serta jago berkelahi. Seiring dengan semua skill-nya itu, popularitasnya pun meroket.

Meski keinginanya selalu terpenuhi sehingga mengalami kehebatan yang luar biasa, akhirnya Kylie pun menyadari bahwa, semua itu hanyalah sesuatu yang semu. Karena sejalan dengan popularitasnya, Kylie malah bisa melupakan sahabat terbaiknya Lonnie Gregory (Harvey Guillen)  dan Dani yang selalu mencintainya dengan tulus. Menyadari akan kekeliruannya, akhirnya Kylie mencoba untuk  menjadi dirinya sendiri sebagaimana apa adanya. Ia merasa hidupnya kini tak lagi penuh kepalsuan dan kepura-puraan. Ia mendapatkan kembali sahabat dan cintanya. 

Film yang disutradarai Scoot Speer dan skenario ditulis oleh Jason Filardi ini, cukup menyodorkan sejumlah komedi yang menyegarkan dan menghibur. Meski kisahnya menjadi absurd, setidaknya inti pesan filmnya cukup apik, yakni, sejahat apapun seseorang telah menyakiti perasaan kita, tak perlu bersusah payah untuk mendendam dan melakukan kekerasan. Alangkah lebih bijaknya, jika sesuatu yang jahat dibalas dengan suatu yang baik.


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK