Murder on the Orient Express: Rumitnya Melacak Sang Pembunuh
MEDIUS • Film • Resensi
Murder on the Orient Express: Rumitnya Melacak Sang Pembunuh
Ius Artanto • Kamis, 30 November 2017 02:31 WIB
Seorang pengusaha tewas akibat luka tusukan bertubi di atas kereta api Orient Express, yang melintas di pegunungan bersalju. Tak gampang mengungkap siapa pembunuhnya. Namun, berkat kecerdasan seorang detektif idealis, pelaku pembunuhan  berhasil diungkap.  Ada motif  kuat yang saling berkaitan, mengapa pengusaha itu dibunuh. Film berdasar novel laris Agatha Christie ini disarati dialog padat, seperti kepingan puzzle yang mampu menyingkap segala misteri pembunuhannya. Meski demikian, penonton  pun sabar menunggu hingga film Murder on the Orient Express (2017) usai.
 
Dikeheningan malam  pekat sebuah  kereta api melaju  di antara pegunungan bersalju.  Di dalam gerbong, penumpangnya tentu  memiliki beragam kepentingan dan tujuannya masing-masing. Hal inilah yang menjadi kesulitan awal bagi sang detektif untuk mengungkap pelaku pembunuhan.
 
Dikisahkan, seorang pengusaha bernama Edward Rachertt (Johnny Deep) mendatangi dan meminta detektif kondang bernama Hercule Pairot (Kenneth Branagh) – yang kebetulan satu kereta dengan Rachertt – untuk melindungi dirinya dari ancaman pembunuhan. Namun Pairot tidak bersedia. Sebab menurutnya, seorang detektif  adalah seorang yang mampu mengungkap kejahatan, bukan melindungi kejahatan. Di mata Pairot, Rahertt adalah pengusaha sekaligus penjahat. Maka itu, ia tak perlu dilindungi. Itu resiko atas segala perbuatannnya di masa lalu.
 
Selang beberapa waktu kemudian, pada suatu malam menjelang dini hari terdengar keributan di kamar kereta. Keributan itu sangat mengganggu ketenangan waktu istirahat  Pairot, setelah ia telah menghabiskan sejumlah lembar novel Charles Dickens.
 
Suatu pagi, Pairot terkejut mendapati Rachett telah tewas terbunuh dengan baju penuh bercak darah. Hasil sermentara diagnosa seorang dokter bernama  Arbuthnot (Leslie Odom, Jr), menyatakan, Rachett tewas akibat mengalami luka tusukan, yang sebelumnya telah menenggak minuman berbahaya. Inilah ciri dari novel pembunuhan Agatha Christie, korban pembunuhan selalu terkait dengan unsur kimia. Entah karena obat atau zat beracun. 
 
Untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan, Pairot melakukan invetigasi terhadap seluruh penumpang. Para penumpang tersebut adalah Caroline Hubbard (Michelle Pfeiffer), Mary Debenham (Daisy Ridley), Hector MacQueen (Josh Gad), Edward Henry Masterman (Derek Jacobi), Princess Dragomiroff (Judi Dench), Gerhard Hardman (Willrm Dafoe), Pilar Estravados (Penelope Cruz), Rudolph Andrenyi (Sergei Polunin), semuanya sangat berpeluang menjadi tersangka. Namun, mereka memiliki alibi yang kuat. Meski mereka mampu menutupi segala kebohongan, atas kecerdasan dan pengalaman Pairot mengungkap berbagai kasus kejahatan, akhirnya titik terang dalam menemukan motif dan pelaku pembunuhan terhadap Rachertt. Menjelang akhir film, kepingan puzzle berhasil dirangkai oleh Pairot sehingga pembunuh berhasil diungkap.
 
Film berdurasi 114 menit berrdasarkan novel laris Agatha Christie yang disutradarai Kenneth Branagh dan skenario oleh Michael Green ini berlangsung kronologis, yang sarat dimuati dialog padat yang menggiring penonton untuk memehami peristiwa dan pelaku pembunuhannya.


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK