Justice League: Bangkitnya Manusia Krypton Menumpas Kejahatan
MEDIUS • Film • Resensi
Justice League: Bangkitnya Manusia Krypton Menumpas Kejahatan
Ius Artanto • Kamis, 16 November 2017 11:10 WIB
Sebelum menyaksikan film Justice League (2017),  sebaiknya sudah nonton Batman v Superman: Dawn of Justice  (2016).  Setidaknya,  yang menjadi penyebab  kematian Superman dalam kisah ini bisa dipahami. Selebihnya,  bersatunya kekuatan para superhero (Batman, Superman, Wonder Woman, Aquaman, Flash, dan Cyborg) sebagai pejuang keadilan dan kebenaran  dalam menumpas kuasa kejahatan dari sosok Steppenwolf -  alien dari planet Akopolips  paman dari Darkseid - yang ingin  mendapatkan Mother Boxes dan kemudian memusnahkan eksistensi kehidupan di  bumi. Sebuah kisah yang sebetulnya cenderung klise. Tapi begitulah film superhero.
 
Seperti film The Avengers  (superhero  Marvel/2012),  Justice League sebuah film cross-over dari DC, yang bakal ada kelanjutannya.  Bersatunya  para superhero ( Batman, Superman, Wonder Woman, Aquaman, Flash, Cyborg)) dalam suatu film memang  bukan asli cerita komik. Tapi lebih merupakan logika kapitalistik industri film dalam meraup pangsa pasar yang maksi. Namun begitu, itu sah saja. 
Hollywood sebagai industri film, tentu perlu melanggengkan kesuksesan film-filmnya dalam skala global. Mencoba mencermati dalam 25 tahun lebih belakangan – tanpa bermaksud mengabaikan kualitas produksi film-film superhero  dekade akhir 1960-an hingga awal 1980-an - kisah para superhero yang telah difilmkan lewat layar bioskop sudah sangat dikenal  bagi para penggemar komik. Film-film tersebut terus dibuat melalui bergam versinya.
 
Mulai dari karakter Batman (Michael Keaton/1989/Tim Burton), Spiderman (Tobey Maguire/2002)/Sam  Raimi),  Daredevil (Ben Affleck/2003/Mar Steven Johnson), Hulk (Eric Bana/2003/Ang Lee), Catwoman (Halle Berry/2004/Pitof), Elektra (Jennifer Garner/2005/Rob Bowman), X-Men Origins: Wolverine (Hugh Jackman/2009/Gavin Hood), Iron Man (Robert Downey, Jr/2008/John Favreau), Captain America: The First Avenger (Chris Evans/2011/Joe Johnston), Thor  (Chris Hamsworth/2011/Kenneth Branagh),   Superman/Man of Steel (Henry Cavill/2013/Zack Snyder) dan Deadpool (Ryan Reynolds/2016/Tim Miller). Sejumlah film yang telah disebutkan itu, ada pula yang spin-off, cross-over, prequel, sequel, reboot, serta remake.
 
Lepas dari itu, Justice League merupakan salah satu film paling ditunggu para penggemar komik. Banyak komentar positif atau decak kagum, yang ditujukan terhadap Justice League melalui media sosial. Bahkan, film yang beredar serentak di bioskop Indonesia pada 15 november 2017  – lebih cepat peredarannya  sehari dari Amerika - bisa menjadi blockbuster pada jelang tutup tahun 2017. Namun, meski dalam thriller-nya terdengar lagu Come Together  versi Gary Clark Jr milik The Beatles, jangan berharap akan terdengar di film Justice League.
 
Dikisahkan dalam Justice League, setelah beberapa waktu berlalu sejak kematian Superman (Henry Cavill), Batman (Ben Affleck) mencoba mengumpulkan para superhero lainnya, yakni, Wonder Woman (Gal Gadot), Aquaman (Jason Momoa) , Flash (Ezra Miller), dan Cyborg (Ray Fisher). Mereka bersatu untuk bertarung melawan Steppenwolf (Ciaran Hinds), yang memiliki kekuatan sangat super untuk memusnahkan kehidupan di bumi. Apalagi Steppenwolf memiliki pasukan serangga mematikan, yang jumlahnya sangat bejibun.
 
Sebelum Steppenwolf mampu menguasai seluruh bumi, ia harus memiliki tiga Mother Boxes yang dapat menghimpun kekuatannya sebagai  “tri tunggal maha dahsyat”. Namun,  ketiga kotak ajaib itu ternyata keberadaannya terpisah dan tersimpan di tempat yang aman. Maka itu, Steppenwolf berupaya keras untuk mendapatkannya, dan ia berhasil merebut dua kotak tersebut. Sebab, para superhero yang mencoba merebut kotak-kotak itu dari tangan Steppenwolf  mengalami kegagalan, sehingga Steppenwolf  hampir memiliki kekuatan sempurna, yang bakal  sanggup meluluh-lantakan eksistensi di bumi.
Menyadari akan bahaya besar yang akan mengancam bumi, akhirnya  Batman mempunyai gagasan, yakni, ia harus menghidupkan kembali Superman  – si manusia planet Krypton dengan kekuatan sekeras baja  - dari alam kematiannya untuk mengalahkan Steppwolf. Maka , berkat upaya Cyborg dan Flash melalui melalui kekuatan salah satu kotak ajaib yang masih berada pada mereka, maka Superman berhasil bangkit dari kematiannya. Namun, Superman masih menyisahkan dendam akibat ulah Batman di masa lalu. Superman lebih memilih pergi bersama kekasihnya, Lois Lane (Amy Adams) jurnalis Daily Planet.
 
Kepergian Superman, justru membuat persatuan Justice League tak sanggup melawan kekuatan super Steppenwolf. Tanpa superman, akhirnya para superhero tak kuasa membunuh Steppenwolf. Mereka terus berjuang dan bertarung sekuat tenaga. Namun, di tengah pertarungan yang nyaris dimenangkan Steppenwolf, datanglah Superman  untuk memperkuat dan membantu rekan-rekannya. Dengan kekuatan tinju super ampuh dan pancara sinar  mata milik Superman, Steppenwolf berhasil ditaklukan.  Kehidupan bumi pun kembali damai dan aman.  Meski terkesan penuh pertarungan, namun Justice League tetap menyuguhkan humor menggelitik dari Aquaman, Flash, dan Cyborg.


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK