Thor: Ragnarok, Tumbangnya Kuasa Kematian
MEDIUS • Film • Resensi
Thor: Ragnarok, Tumbangnya Kuasa Kematian
Ius Artanto • Kamis, 26 Oktober 2017 03:18 WIB
Sejak awal, nuansa magis telah disodorkan Thor: Ragnarok. Dibuka dengan adegan cukup tegang. Sang protagonis berada dalam kondisi bahaya, nyawanya terancam siap menunggu ajal kematian. Suatu curiosity dari unsur dramatik yang lazim dalam sejumlah film, walau berada pada bagian scene pembuka. Toh ini juga kerap dijumpai dalam  serial film James Bond sebelum memasuki credit title. Sedangkan sentral narasi, kali ini Thor menjadi pahlawan bagi bangsa Asgard. Selain itu, kombinasi adegan laga, perang, dan komedi, mampu menjadi magnetik yang menarik dan menggelitik.
 
Dalam film, jagoan pasti selamat dan memang. Apalagi genre superhero.Walau nyawanya terancam, niscaya sanggup melepas diri dari bahaya mengancam. Tak terkecuali Thor (Chris Hamsworth). Tubuhnya tergantung  terikat rantai di atas api yang sangat panas. Api itu siap menjilati raga kekarnya, lalu melumerkannya. Namun sebelum itu terjadi, tak berapa lama, palu andalannya – Thor memang selalu lekat dengan palu bermateri inti bintang, yang mampu menghujam, melesat terbang, dan kemudian kembali ke gemgamannya seperti boomerang - sanggup melepaskan rantai yang mengikat tubuhnya.
 Detik-detik ketegangan tersebut semakin lengkap, ketika intro hingga refrein Immigrant Song dari Led Zeppelin terdengar. Ciri dentuman drum dari John Bonham, cabikan bass John Paul Jones, raungan gitar Jimmy Page, serta teriakan khas melengking Robert Plant, semakin menguatkan keseruan adegan. Pun saat adegan battle pada jelang akhir film.     
 
Sutradara Taika David Waititi yang juga dikenal dengan nama Taika Cohen, seolah meracik Thor: Ragnarok seperti aplikasi game on-line. Visualisasi yang penuh warna dan futuristik serta penuh aksi, memungkinkan film ini juga nikmat jika ditonton dalam format 3D. Lepas dari itu, narasi Thor: Ragnarok ingin menyuguhkan suatu yang klasik, kebaikan melawan kejahatan. Sang Hero menumpas Villain. Ini pula memunculkan beragam peran lainnya yang dikonsepkan dalam Vladimir Propp dan Claude Levi-Strauss; Good Power, Evil Power, Villain, Sidekick, Comic Butt, Helpers, Henchmen, Heroine, dan Temptress.
 
Patut pula dicermati, selain Thor, para superhero dari anggota Secret Defenders berkumpul dalam film ini, yakni Hulk (Mark Ruffalo), Doctor Strange (Benedict Cumberbatch), dan Valkyrie (Tessa Thompson). Mereka muncul sesuai peran yang disebutkan di atas. Sedangkan Black Widow (Scarlett Johansson) tampil sejenak. Ini seolah menjadi racikan ampuh yang dilanggengkan dalam logika kapitalistik oleh Marvel Studios dan DC Entertainment, para superhero berkumpul dalam satu film; Avengers (2012), Avengers: Age of Ultron (2015), Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), Justice League (2017), dan lain-lain.
 
Kejutan yang tak kalah menarik, dalam film ini, palu Thor hancur dan lenyap. Maka untuk adegan selanjutnya, Thor bertarung tanpa palu. Namun usah khawatir. Ternyata Thor memiliki kekuatan yang dahsyat, yakni sebagai Dewa Petir. Ia mampu menghimpun kekuatan listrik petir sebagai kekuatan yang maha ampuh.
 
Meski dimuati adegan kelahi dan perang, Thor: Ragnarok pun menyelipkan unsur komedi yang segar. Perseteruan antara Thor dengan Hulk, justru menjadi humor yang memikat. Pun gerak-gerak Hulk yang telah menjadi “raksasa hijau” dan saat menjadi manusia biasa sebagai Bruce Banner, memicu tawa.
Hadirnya Hela (Cate Blanchett) – kakak tertua Thor dan Loki (Tom Hiddleston) anak dari Odin (Anthony Hopkins) - sebagai villain Dewi Kematian, memiliki pesona tersendiri. Karakter Hela yang ambisius, haus kekuasaan, kejam, otoriter mampu “dihidupkan” tanpa berlebihan.
 
Odin yang dalam film ini akhirnya wafat, kerap muncul sebagai Good Power  bagi Thor. Odin siap membantu Thor dari kejauhan di alam berbeda. Seperti Thor saat berada dalam bahaya, tiba-tiba Odin membantu memulihkan kekuatan petir yang dimiliki Thor. Begitupun ketika akan melawan Sang Dewi Kematian Hela – yang telah menguasai kota Asgard - satu-satunya jalan menurut Odin adalah, membangunkan Sang Pemusnah, Surtur. Caranya kembali memasang tanduk mahkota Surtur – sebelummnya Thor telah mampu mengambil tanduk Surtur - sehingga Surtur akan siap memusnahkan kota Asgard sekaligus Hela melalui semburan api raksasanya. Sedangkan bangsa Asgard berhasil dievakuasi dan selamat dari bahaya untuk menuju tempat yang baru.


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK