Happy Death Day: Copycat Pembunuh Bertopeng
MEDIUS • Film • Resensi
Happy Death Day: Copycat Pembunuh Bertopeng
Ius Artanto • Senin, 16 Oktober 2017 23:49 WIB

Pembunuh bertopeng dan berpisau dalam film (mask-killer slasher flicks) selalu memicu rasa penasaran. Bahkan, kerap menimbulkan pertanyaan mengusik; siapakah  pelaku pembunuhan yang sebenarnya? Teka-teki inilah yang disodorkan film Happy Death Day melalui penyampain plot yang tak lazim.

 

Siapapun pasti akan mengalami kebingungan, ketikaterbangun dari tidur tapi tanpa diduga mendapati dirinya berada di kamar seorang lelaki yang belum dikenalnya. Demikianlah yang dialami Tree Gelbman (Jessica Rothe) –mahasiswi yang cantik dan seksi - saat menyadari dirinya berada di suatu tempat yang asing. Ia tejaga dari mimpi menyeramkan. Dalam mimpinya, ia dibunuh dengan sebilah pisau  oleh manusia bertopeng secara sadis. 

 

Film berdurasi 96 menit bergenre horror-mistery-thriller, yang disutradarai Christopher Landon dan skenario oleh Scott Lobdell bergulir dengan plot repetitif dan klimaks yang cukup memuaskan, bak  sebuah puzzle yang kembali tersusun.  

 

Anehnya, mimpi yang dialaminya itu berlangsung berulang kali tepat pada Hari Ulang Tahunnya, yang cenderung menjadi running gag atau running joke. Namun, dari serangkaian kejadian mimpinya itu, Tree bisa memperbaiki hidupnya, menolong orang lain, dan bisa menemukan pelaku pembunuh sebenarnya. Semuanya itu bisa terungkap, karena si lelaki pemilik kamar yang diketahui bernama Carter Davis (Israel Broussard), rela untuk mendengar segala keluh-kesah Tree. Dari sini setumpuk mimpi misterinya dirajut, lalu dianyam untuk menemukan kejadian sesungguhnya yang telahmenimpa dirinya. 

 

Plot cerita Happy Death Day yang non linear dengan kilas balik (flash back) berulang itu, sebetulnya bukan hal baru. Membuka filmografi terdahulu berjudul The Groundhog Day(1993) yang dibintangi Bill Murray, tanpa menampik, HappyDeath Day memang terinspirasi dengan film tersebut. Bahkan dalam petikan dialog filmnya, disertakan penyebutan film Groundhog Day.

 

Sebelumnya, kisah seperti ini pun pernah disajikan Before IFall (Mei 2017), ketika Samantha Kingston (Zoey Deutch) juga mengalami mimpi berulang. Sedangkan secara suspense-thrillerHappy Death Day, juga mengingatkan kisahpembunuhn bertopeng menggunakan sebilah pisau dalam film Halloween (1978/2007), The Purge (2013), dan Scream(1996) - bergaya copycat atau identifikasi dalam konteks sosiologi. Dalam hal ini, penonton dibiarkan menduga-duga siapa pembunuh sebenarnya, lantaran pembunuhnya bisahadir diberbagai kesempatan dan situasi.

 

Meski Happy Death Day  seolah terkesan mencomot potongan-potongan film sebelumnya, namun ada kelebihan yang dimiliki Happy Death Day. Selain kualitas akting Jessica Rothe yang prima, pun repetitif editing yang dilakukan Joe Landauer cukup membuat kelakar. Walaupun dalam suatu scene ada efek yang sedikit mengganggu. Namun, pesan dari film ini sanggup menggugah; apabila ada suatu kesempatan untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat, lakukanlah.



(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK