Hari Pangan Sedunia: Bukan Sekadar Kelaparan, Pun Tersedianya Gizi Bermutu
SERIUS • Aktual
Hari Pangan Sedunia: Bukan Sekadar Kelaparan, Pun Tersedianya Gizi Bermutu
Ius Artanto • Selasa, 17 Oktober 2017 22:02 WIB
Sejenak mengingat  puluhan tahun silam, bencana kelaparan di Ethiopia (Famine Ethiopia), Afrika, pada 1983-1985  ternyata mampu  menggugah sejumlah musisi Amerika dan Eropa untuk membentuk suatu wadah musik bernama Band Aid dan USA for Africa, yang masing-masing bertujuan menggarap proyek album. Banyak artis dan grup musik yang terlibat di kedua proyek album fenomenal tersebut, yang  bertujuan menghimpun dana  untuk bantuan kelaparan di Ethiopia.
 
Band Aid, yang sebelumnya juga dikenal dengan nama  Live Aid,  terdiri dari Bob Geldof, Midge  Ure, Phil Collins, Sting, Boy George, George Michael, Paul Young, The Boomtown Rats, Spandau Ballet, Duran Duran, Ultra Vox, Holly Johnson (Frankie Goes to Hollywood), Bananarama, Kool and The Gang, dan  lainnuya  menyuarakan keprihatinan kelaparan di Ethiopia dengan lagu berjudul Do They Know It’s Christmas (Feet the World) pada 1984.
 
Sedangkan USA for Africa  (1985) beranggotakan, Harry Bellafonte, Lionel Richie, Quincy Jones, Stevie Wonder, Michael Jackson, Dionne Warwick, Diana Ross, Bob Dylan, Billy Joel, Bruce Springsteen, Paul Simon, Cyndi Lauper, Tina Turner, dan sebagainya melantunkan We Are World. Dari hasil penjualan dua album tersebut, semua disumbangkan untuk bencana kelaparan di Ehopia.
 
Meski musisi dan beberapa organisasi kemanusiaan lainnya pun telah melakukan tindakan nyata, namun bukan berarti bencana kelaparan dapat tertanggulangi. Bahkan, melalui Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober, seolah kita diingatkan kembali.
 
Terhitung  sudah 35 tahun lebih Hari Pangan Sedunia diperingati. Warga dunia, mau tak mau, diajak untuk peduli dan peka terhadap masalah rawan panga, gizi buruk, dan kelaparan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Kepedulian terhadap sesama manusia  merefleksikan derajat tertinggi sikap kemanusiaan. Tanpa perlu memandang identitas yang melekat pada diri manusianya; agama, suku, ras, etnis, dan lainnya. Semua wajib dibantu, ketika mereka mengalami suatu bencana atau musibah, khususnya soal pangan.
 
Dari data yang ada, Hari Pangan Sedunia dijadikan tradisi masyarakat dunia sejak tahun 1981, berdasarkan keputusan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) tahun 1979. Latar belakangnya adalah keprihatinan akan bencana kelaparan yang masih diderita oleh banyak penduduk atau warga dunia di berbagai tempat. Baik dalam skala besar maupun kecil. Utamanya, keprihatinan bukan sekadar kelaparan yang berarti tidak adanya makanan, melainkan kurangnya makanan yang bermutu, bergizi.
Data mengenai masih adanya banyak saudara kita, khususnya anak-anak, yang berkekurangan gizi memang menjadikan bahwa keprihatinan itu layak diprioritaskan. Bercermin dari data kurangnya gizi pada anak-anak di Indonesia saja. Seperti diberitakan koran Tempo,12 Juli 2017, Menteri Kesehatan menyatakan bahwa, 37,2 %  dari jumlah anak di Indonesia, atau sekitar 9 juta anak, mengalami kekurangan gizi. Akibatnya tampak dalam kondisi gagal tumbuh pada balita, sehingga tingga badan anak tidak sesuai dengan usianya. Kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi masih berada dalam kandungan, dan pada masa awal setelah lahir.
 
Di lain pihak, ada kenaikan cukup mencolok jumlah penderita obesitas atau kegemukan, terutama di perkotaan. Menurut Data Riset Kesehatan Nasional 2016, ada 20,7 %  penduduk dewasa di Indonesia menderita kegemukan. Sementara, anak-anak berusia 5-12 tahun yang menderita kegemukan sebesar 8,8 persen.  Sedangkan menurut data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di wilayah DKI Jakarta, kelebihan gizi anak usia 0-59 bulam justru mengalami kenaikan dari 3,3% menjadi 4,4%. Kegemukan disebabkan penumpukan lemak di badan karena konsumsi kalori yang tinggi. Kegemukan itu bisa memicu banyak penyakit. Dari satu pihak banyak saudara-saudara kita, anak-anak kita yang kekurangan gizi. Dari lain pihak ada banyak saudara-saudara kita dan anak-anak kita yang kelebihan kalori karena berlebihnya makanan yang disantap.
Kenyataan yang terungkap dari data itu sudah seharusnya menjadi keprihatinan semua pihak terkait tentang masalah ini. Menuntaskan bencana kelaparan dan meningkatan makanan yang bergizi.
 
Ius/Sumber: https://www.bbc.co.uk/music/artists,https://usaforafrica.org/KAJ


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK