Kingsman : The Golden Circle, Di antara Black Comedy dan Narkoba
MEDIUS • Film • Resensi
Kingsman : The Golden Circle, Di antara Black Comedy dan Narkoba
Ius Artanto • Kamis, 12 Oktober 2017 04:51 WIB
Pada kisah perdana berjudul The Kingsman: The Secret Service (2015), film ini cukup mendapat sambutan meriah dari  moviegoers. Indikasinya,  pada peredarannya di seluruh dunia sanggup memperoleh laba kotor 414 juta dollar AS.
 
Kini, pada jelang akhir  September 2017, film sequel-nya bertitel Kingsman: The Golden Circle telah beredar di sejumlah bioskop. Sambutan penonton ternyata makin gayeng.  Sutradara  Matthew Vaughn tentunya berupaya melanggengkan kesuksesannya, dan nampaknya ia berhasil. Tercatat dalam sepekan penayangannya  di seluruh dunia, Kingsman: The Golden Circle mengantongi laba kotor sekitar 97 juta dollar AS lebih, dibanding seri perdananya.
 
Ada beberapa entitas magnetik yang menyulut antusiasme penonton terhadap Kingsman: The Golden Circle. Racikan komposisi action, komedi, nostalgia, kecanggihan teknologi, konsisten disajikakan kepada konsumen bioskop sebagai daya tarik menu utama. Mencoba mencermati, semua itu berporos pada aspek skenario, aktor dan aktris, musik dan lagu, serta bagian visual effect dan special effect
Dikisahkan, markas Kingsman di London menjadi sasaran bidik dari sindikat narkoba, Golden Circle, yang dipimpin Poppy (Julianne Moore). Tanpa perlu waktu lama dan kendala, akhirnya kantor pusat Kingsman berhasil diledakan menjadi berkeping-keping. Meski begitu, Eggsy  (Taron Egerton) dan Merlin (Mark Strong) selamat. Mengacu dari peristiwa tersebut, keduanya lalu mencari tahu siapa pelaku dalang semua itu. Berdasar dari surat wasiat pendiri Kingsman, Eggsy dan Merlin ke Amerika untuk bertemu dengan sekutu Kingsman, yakni, Statesman, yang bergerak dalam usaha pabrik minuman keras.
 
Berkat bantuan agen Statesman, yakni, Champ (Jeff Bridges), Ginger (Halle Barry), dan Whiskey (Pedro Pascal), maka Eggsy, Merlin, Harry (Colin Firth), berhasil menumpas sarang sindikat narkoba jenis baru, yang mampu melenakan banyak orang. Meski dalam misi tersebut Eggsy harus kehilangan kawan setianya.
 
Dalam berbagai ulasan dan resensi di media, ada banyak pendapat, film Kingsman: The Secret Service  lebih apik dan menarik ketimbang Kingsman: The Golden Circle. Tak apa. Itulah selera. Ada istilah usang yang dapat menjelaskan, de gustibus non est disputandum.
 
Lebih detial, kehadiran Elton John sebagai cameo  dalam Kingsman: The Golden Circle, patut dipuji. Penampilannya menarik, jenaka, dan natural. Pun Julianne Moore sebagai villain yang sadis, dark humor/black comedy, dan ambisius menjadi  kombinasi yang menghibur sekaligus menegangkan.  Sedangkan Tequila yang diperankan Channing Tatum – aktor yang kerap lekat dengan citra kejenakaan -  pun sanggup memecah tawa.
 
Sedang alunan lagu yang menghias di beberapa scene, menjadi nostalgia dekade 1970-an yang pas, tatkala lagu Take Me Home, Country Roads  - yang pernah popular oleh John Denver – dinyanyikan ulang oleh  Merlin (Mark Strong) dalam kemasan black comedy, saat jelang ajal tiba. Sedangkan lagu  Annie’s Song yang dilantunkan John Denver indah terdengar, cukup mampu menyulut nostalgia masa lalu. Bagi genersi remaja akhir 1970-an, tentu lagu tersebut memiliki kenangan tersendiri. Setidaknya, saat masih menjadi siswa SMP atau SMA dalam acara kemping di lereng atau puncak gunung.


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK