IT: Badut yang Oxymoron
MEDIUS • Film • Resensi
IT: Badut yang Oxymoron
Ius Artanto • Senin, 25 September 2017 03:35 WIB
Setiap badut selalu diidentikkan dengan kelucuan. Namun, lain dengan badut Pennywise. Melalui  film berjudul IT (2017), ia muncul seperti dedemit. Pennywise adalah badut unik yang mistik. Wajah tersenyum sumringah dengan kostum warna cerah. Tawanya pecah sembari membawa balon warna merah. Ia pun kerap bertingkah jenaka lewat penampilanya. Maka tak heran, jika anak-anak pun sangat suka kepadanya. Namun di balik  itu semua, tak terduga, bersemayam nafsu iblis yang siap menerkam sadis. Lewat siklus 27 tahun sekali, ia datang dan ber sembunyi di gorong-gorong  kota Derry yang misteri. Lalu dari persembunyiannya itu, ia sabar menunggu mangsa berusia bocah yang tak berdosa…
 
Film berdurasi 135 menit berdasar novel  berjudul IT (1986) karya Stephen King ini, pernah dibuat mini series-nya sebanyak dua episode pada 1990 dalam layar kaca ABC (American Broadcasting Company). Berbeda dengan tayangan televisi, film IT versi layar bioskop justru lebih seram, sadis, dan mistis. Meski begitu, film ini  masih mencuatkan entitas yang jenaka.
 
Sebagai pembanding. IT versi mini series dibintangi Tim Curry (Pennywise) dan disutradarai Tommy Lee Wallace, cenderung komikal, lucu, dan ceritanya sederhana. Sedangkan versi bioskop diperankan Bill Skarsgard, bertendensi menebar ketegangan dan rada njlimet. Selain itu, IT  garapan sutradara Andy Muschietti ini, sosok Pennywise seolah menolak sebagai citra badut jenaka, ngegemesin. Simpelnya, Pennywise justru menjadi badut yang oxymoron; badut lucu menyeramkan.
 
Selain kualitas akting Bill Starsgard dalam menghidupkan tokoh Pennywise, pun sangat berperan adalah barisan Art Director, Special Effect, dan Visual Effect. Tanpa itu, kreasi dari make-up karakter, perubahan wujud badut, dan sosok monster menyeramkan, tak akan mampu menggedor rasa takut penonton. 
 
Detialnya, Pennywise gaya  Skarsgard memang bukan badut kocak, Bozo the Clown, dalam film seri televisi yang popular  pada 1970-an. Di sini, Pennywise adalah tokoh antagonis dan villain yang unik, seperti Dark Vader dalam Star Wars. Nuansa mistisnya begitu kental. Ia bisa menjelma seperti iblis; terpancar dari  sorot mata yang menghipnotis, senyum yang magnetik, dan deretan gigi runcingnya yang siap menerkam tubuh bocah, sehingga makin melenyapkan sosok kebadutannya. Salahkah? Sama sekali tidak. Sebab, trio naskah screenplay; Chase Palmer, Cary Fukunaga, Gary Dauberman, pun sutradara dan barisan produser, pada dasarnya bebas menginterpretasikan novel  IT melalui filmnya. Meski dari visual beberapa scene-nya, IT (2017) bisa dikatakan remake dari versi 1990.
 
Dikisahkan, saat itu hujan deras disertai petir menggelegar. Terlihat bocah bermantel kuning bernama Georgie Denbrough (Jackson Robert Scott), tergopoh-gopoh  menyusuri jalan  mengiringi perahu kertasnya melaju di atas air mengalir. Namun, beberapa waktu kemudian, tanpa bisa dicegah perahu kertas itu akhirnya tersedot  jatuh ke selokan. Georgie bermaksud ingin mengambil perahu kertasnya  itu, melalui celah sempit selokan. Tanpa diduga Georgie, tetiba muncul sosok badut dari dalam kegelapan selokan, yang ternyata telah menggenggam perahu kertas miliknya. Berbekal mimik lucu dan kata-kata persuasif, si badut bernama Pennywise mampu memperdaya Georgie. Secepat kilat,tanpa ampun, Pennywise langsung menerkam tubuh bocah malang itu. Georgie pun tewas.
 
Peristiwa hilangnya Georgie dan beberapa anak lainnya, sangat mencekam dan menyulut rasa penasaran warga kota Derry.  Tak terkecuali kakak Georgie, Bill Denbourgh. Bill terus berupaya mencari keberadaan adiknya. Bersama temannya yang tergabung dalam The Losers Club; Ben Hanscom (Jeremy Ray Taylor), Beverly Marsh (Sophia Lilis), Richie Tozier (Finn Wolfhard), Mike Hanlon (Chosen Jacobs), Eddie Kaspbrak (Jack Dylan Grazer), Stanley Uris (Wyatt Oleff), mereka mencari keberadaan Georgie. Dalam proses pencarian, masing-masing The Losers kerap bertemu dengan sesosok badut jenaka menyeramkan, yang kerap malih rupa dan berubah wujud. Entah berada di rumah tua, di gorong-gorong, atau tempat lainnya. Dialah Pennywise yang muncul dalam siklus 27 tahun sekali.
 
Berkat keberanian dan kekompakan The Losers, akhirnya mereka mampu menaklukan sang badut. Namun, film  tak berarti usai. Sebab, ulasan di atas merupakan bagian dari kisah Chapter One film IT. Masih ada Chapter Two yang bakal siap edar. Bagaimana kelanjutan sosok Pennywise, yang ternyata telah menghuni bumi selama berjuta-juta tahun lamanya. Oke, kita tunggu saja teror berikutnya.   


(Ius Artanto/IM)
MUSTPEAK